Pro dan Kontra Gigs Virtual Roblox: Antara Hype dan Esensi Sebenarnya
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga

Denboi (sebelah kanan foto) dan Delpi (sebelah kiri foto) saat di diskusi soal ekosistem musik di Karawang.
Fenomena gigs virtual di platform game Roblox belakangan ini menjadi sorotan di kalangan penggemar musik. Namun, para musisi dan pengamat industri musik memiliki pandangan yang berbeda terkait tren ini. Apakah gigs virtual benar-benar mengubah esensi sebuah pertunjukan musik?
“Hanya untuk Seru-seruan”
Menurut Delpi, vokalis band Dongker, gigs di Roblox tidak bisa disamakan dengan konser musik sesungguhnya. “Beda dengan gigs, itu mah hanya seru-seruan aja!” ujar Delpi dalam acara We Work De Talk yang diadakan oleh Sublagrecs dan Posterlab.
Delpi menjelaskan bahwa esensi gigs sebenarnya adalah merasakan interaksi dan energi langsung dari para penonton.
Gigs di Roblox lebih dimanfaatkan sebagai sarana publikasi dan mengisi waktu luang. “Di Roblox itu tidak ada aktivitas gigs, hanya mapping aja,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa Dongker bukan band pertama yang tampil di Roblox; mereka diajak oleh Moshcorblox, sebuah kolektif yang aktif membuat berbagai acara di platform tersebut. Tren gigs virtual ini menjadi viral saat Dongker berkolaborasi dengan band Grrrlgang.

