Menitik Jejak Tinta Abadi “Sang Melayu” Ruhana Kudus
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month 22 jam yang lalu
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga
KAS merupakan perwujudan bersama perjuangan perempuan. Dengan bantuan kawan Ruhana, yakni Ratna Puti, Istri Jaksa Kayu Tanam, Ruhana mengorganisir perempuan yang akhirnya dihadiri sekitar 60 perempuan. Dari hasil rapat itu melahirkan sebuah perkumpulan bernama Kerajinan Amai Setia (KAS) pada 11 Februari 1911. Ruhana Kudus sendiri yang bertindak sebagai ketua.
Tujuan utama dari KAS adalah memajukan perempuan Koto Gadang dalam berbagai aspek kehidupan, dalam rangka mencapai kemuliaan seluruh bangsa. 34 Untuk itu KAS menyelengarakan pendidikan. Ada empat kategori pengajaran dan pelajaran yang diberikan KAS, yakni: Pertama, kerajinan dan keterampilan tangan yang berguna bagi perempuan: kedua. Tulis baca huruf Arab dan Latin (dalam hal ini setingkat dengan Sekolah Rakyat); ketiga. Pendidikan rohani dan akhlak, serta agama; keempat, Urusan rumah tangga seperti memasak dan mengasuh anak.
ilmu yang diperolehnya dari KAS, dapat tumbuh dan berkembang Empat pengajaran KAS tampak sederhana. Tapi sebenarnya sarat makna. Ruhana Kudus menginginkan perempuan, khususnya yang ada di Koto Gadang, dengan segenap kemampuan dan menjadi manusia yang berharga, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Itu dalam rangka melawan adat Minangkabau yang membelenggu dan menempatkan perempuan dipinggiran papan percaturan kehidupan sehari-hari.

