Menitik Jejak Tinta Abadi “Sang Melayu” Ruhana Kudus
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month 22 jam yang lalu
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga
Sebagai seorang jurnalis laki-laki yang hidup di era kemerdekaan digital, saya merasa berutang budi. Ruhana adalah pengingat bahwa hak bersuara yang saya nikmati hari ini dibayar dengan keringat dan air mata seorang perempuan dari Koto Gadang yang berani mendobrak pintu redaksi yang terkunci rapat.
“3 Wajah Roehana Koedoes” menggambarkan cara berpikir Ruhana yang komprehensif dan gender awareness, menyebar ke seluruh daerah. Di tempat kelahiran saya, Karawang, gerakan Ruhana menginspirasi salah satu aktivis perempuan di Kaliaget Organic Farm, Desa Pasir, Kecamatan Rawamerta.
Di meja perjamuan, Tati Krisnawaty pendiri sekolah pertanian organik tersebut memberikan pandangannya tentang Ruhana Kudus “Sang Melayu” yang holistik.

