Menitik Jejak Tinta Abadi “Sang Melayu” Ruhana Kudus
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month 22 jam yang lalu
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga
Dari situ Ruhana belajar. Jadi, dia lebih banyak belajar sendiri, dari sejak kecil. Dia ikut pindah berasama ayahnya ke Alahan Panjang, pada usai sekitar enam tahun. Di Alahan panjang dia bertetangga dengan seorang pejabat (Jaksa) Belanda, yang tidak punya anak. Konon Ruhana diangkat anak oleh keluarga tersebut.
Dari istri sang pejabat, ibu angkatnya, dia mempelajari berbagai macam keterampilan yang dikuasi perempuan Belanda pada masa itu; seperti menjahit, merajut, menyulam dan sebagai. Penguasan Bahasa Belandanya juga meningkat tajam. Dari keluarga itu juga dia memperoleh bacaan majalah, surat kabar dan buku-buku berbahasa Belanda. Dari itu dia mendapat banyak pengetahuan tentang politik, pendidikan dan busana eropa.
Ruhana adalah kakak tiri dari Sutan Syahrir, Perdana Menteri Pertama RI. Ayahnya, Mohammad Rasyad, setelah ibunya Rohana wafat (1887), menikah dengan Rabi’ah, dan per- kawinan itu lahir Sjahrir. Rohana juga sepupu dengan Haji Agus Salim (kakek Rohana dan Agus Salim saudara kandung). Rohana juga memiliki keponakan seorang penyair terkenal, Chairil Anwar. (Tempo, 2010: 16)

