Menitik Jejak Tinta Abadi “Sang Melayu” Ruhana Kudus
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month 22 jam yang lalu
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga
Berjuang untuk Kemajuan Perempuan Indonesia
Bahwa sesungguhnya abad XX ini, nyatalah konon disebutkan orang zaman kemajuan atau perubahan. Betapa gerak-geriknya manusia yang hidup di mencari jalan yang dinamai kemajuan, yaitu lembah kebodohan ke tempat muka bumi ini, laksana roda pedati layaknya, baik laki-laki dan perempuan yang dinamai kemajuan. Semakin lama di dunia ini, semakin pintar manusia yang hidup di muka bumi ini, yang dipergunakannya untuk jalan kehidupan. Maka perempuan yang hidup di dunia ini pada waktu yang sekarang, sudahlah banyak yang pintar dari yang tidak mau turut berlomba-lomba dengan laki-laki kepada jalan kemajuan. (Soenting Melajoe, 14 Agustus 1914)

Ilustrasi.
Tulisan tersebut dibuat pada 14 Agutus 1914 dan masih relevan pada masa kini. Saat itu, Ruhana Kudus berusia 30 tahun. Pada usia tersebut bisa dikatakan dia telah memasuki kematangan pribadinya. Tulisannya kebanyakan berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah Belanda yang merugikan penduduk pribumi.

