Menitik Jejak Tinta Abadi “Sang Melayu” Ruhana Kudus
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month 22 jam yang lalu
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga
Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan itu, dia ingin membebaskan perempuan dari belenggu adat yang membatasi geraknya. Dengan pendidikan seperti itu, Ruhana Kudus berharap perempuan akan sadar pada pentingnya kebebasan dalam mengarungi hidup.
Kebebasan yang dimaksud salah satunya adalah lepas dari cengkraman tradisi perjodohan dan poligami, yang diperkuat dengan penafsiran ajaran agama. Dalam pandangan Ruhana Kudus, keduanya adalah ‘racun dunia’ yang membuat perempuan, terutama yang ada di Koto Gadang. Mereka terpaku, dengan adat dengan ajaran agama yang menguatkannya, sehingga hanya bisa pasrah menerimanya.

