Kondisi Memprihatinkan, FPPK Galang Donasi Mandiri untuk Perbaikan Eks Kewedanaan Rengasdengklok
- account_circle Febrian
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- Penulis: Febrian
- Editor: Yuda Febrian Silitonga
Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan
Eks Gedung Kewedanaan Rengasdengklok bukanlah sekadar bangunan tua. Secara historis, gedung ini merupakan saksi kunci dari rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945.
Pada masa kolonial hingga awal kemerdekaan, gedung ini berfungsi sebagai pusat administrasi kewedanaan (setingkat di bawah kabupaten) yang membawahi wilayah Rengasdengklok dan sekitarnya.
Gedung ini menjadi saksi saat para pemuda memboyong Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Lokasi kewedanaan ini merupakan pusat keamanan bagi tentara PETA (Pembela Tanah Air) yang menjaga pengamanan kedua tokoh bangsa tersebut sebelum dibawa ke rumah Djiaw Kie Siong.
Di halaman gedung inilah, bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan di wilayah Karawang sebagai penanda keberanian rakyat dan pemuda setempat dalam melepaskan diri dari belenggu penjajahan, bahkan sebelum proklamasi dibacakan di Jakarta.
Kini, bangunan yang seharusnya menjadi monumen pembelajaran sejarah bagi generasi muda tersebut justru terancam sirna akibat dimakan usia dan kurangnya perawatan.

