Gen Z Karawang Gugat Negara, Bermodal Dari Jual Ponsel Pribadinya
- account_circle Yuda Febrian Silitonga
- calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
- Penulis: Yuda Febrian Silitonga

Foto dari MK, saat Tio diminta menjelaskan gugatannya dihadapan 9 hakim MK pada 18 Juni 2025 lalu.
KARAWANG, LENSAINDO.COM– Karawang, 9 Mei 2004. Seorang anak lahir dengan nama Tri Prasetio Putra Mumpuni atau sering disapa Tio. Di kota industri ini, ia tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya seorang pekerja yang saban hari menembus macet Jakarta-Cikampek, ibunya seorang ibu rumah tangga, dan kedua kakaknya adalah kelas pekerja.
Kehidupan yang biasa, namun dari sanalah Tio melihat dan merasakan langsung tentang ketidakadilan. Sensitivitasnya pada isu demokrasi, hak-hak pekerja, dan kebebasan sipil tidak datang dari buku-buku tebal di bangku kuliah, melainkan dari denyut nadi realitas yang ia lihat sehari-hari.
Jalanan adalah saksi bisu. Pada 20 Maret lalu, di bawah langit ibu kota yang pekat, Tio dan kawan-kawan bergerak menuju gedung DPR-RI. Mereka datang untuk menolak pengesahan RUU TNI menjadi UU TNI yang dianggap mengancam supremasi sipil. Namun, di tengah kepungan ribuan aparat bersenjata, suara mereka seolah terhempas angin. Tio jatuh tak sadarkan diri, dilarikan ke rumah sakit. Namun, luka fisik tidak memadamkan api perjuangannya.

