Di balik Kemarahan Bupati Karawang
- account_circle Febrian
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- Penulis: Febrian
- Editor: Yuda Febrian Silitonga
Baginya, mustahil menuntut rasa hormat jika seseorang tidak bisa menghargai forum dan rekan kerja sendiri. Ia merasa ironis ketika pimpinan daerah sudah bersiap, namun di sisi lain, masih ada bawahannya yang justru terkesan santai atau “leha-leha”.
Merespons ketidakdisiplinan tersebut, Aep langsung mengeluarkan instruksi keras. Ia memerintahkan Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) untuk segera mendata setiap ASN yang mangkir tanpa alasan yang jelas. Tak hanya sekedar teguran, bayang-bayang transmisi melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) kini menanti mereka yang dianggap tidak sejalan dengan semangat pembenahan birokrasi.
Padahal, di sisi lain, Karawang sebenarnya mencerminkan optimisme melalui kebijakan efisiensi energi. Pada apel yang digelar di hari yang sama, cerita-cerita inspiratif sempat mencuat, seperti aksi Wakil Bupati H. Maslani yang memilih menggunakan kereta api dari Cikampek menuju Karawang sebagai bentuk dukungan pembekuan.

