Dari Wisata Foto ke Wisata Makna, Saatnya Revolusi Wisata Edukasi Indonesia
- account_circle Yeni Wijaya
- calendar_month Jumat, 19 Des 2025
- Penulis: Yeni Wijaya

Istimewa.
Oleh: Yeni Wijaya
(Peneliti strategi pengembangan wisata edukasi Imah Urang, Karawang)
LENSAIND.COM – Di banyak kota di Indonesia, wisata edukasi masih kerap dimaknai sebatas kegiatan rekreasi yang disisipi sedikit unsur pembelajaran. Bus-bus sekolah datang, siswa berfoto, mencoba satu atau dua aktivitas, lalu pulang dengan pengalaman yang cepat menguap. Padahal, di tengah perubahan kurikulum, krisis iklim, dan tantangan literasi yang semakin kompleks, wisata edukasi sejatinya dapat menjadi ruang belajar hidup yang menghubungkan anak dengan alam, komunitas, dan nilai keberlanjutan.
Pengalaman riset yang saya lakukan di Imah Urang Eco Park, Karawang, menunjukkan bahwa transformasi wisata edukasi bukanlah sebuah utopia. Dengan desain program yang tepat, tata kelola yang serius, serta komunikasi yang terstruktur, destinasi wisata edukasi dapat naik kelas dari sekadar tujuan rekreasi menjadi mitra strategis sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.
Selama ini, banyak sekolah memosisikan wisata edukasi hanya sebagai kegiatan penutup semester. Akibatnya, pemilihan destinasi lebih didorong oleh harga dan popularitas ketimbang kualitas pengalaman belajar. Konsekuensi dari pola ini adalah kegiatan yang menyenangkan, tetapi miskin makna dan sulit diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di kelas.

